wawasannusantara.com, DUMAI – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam mendorong digitalisasi transaksi keuangan daerah kembali mendapat pengakuan. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kampar menerima apresiasi dari Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Riau atas capaian kinerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di tingkat nasional.
Penghargaan tersebut disampaikan dalam forum High Level Meeting (HLM) TP2DD yang digelar pada 19–21 Januari 2026 di Kota Dumai. Kepala Bapenda Kabupaten Kampar, Zamhur, menerima langsung apresiasi tersebut sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi dan keberlanjutan implementasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Capaian ini melengkapi deretan prestasi TP2DD Kabupaten Kampar dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, Kabupaten Kampar berhasil meraih Juara I TP2DD tingkat Kabupaten Wilayah Sumatera pada tahun 2022 dan 2023, serta Juara II pada tahun 2025. Prestasi tersebut mencerminkan komitmen kuat daerah dalam membangun sistem transaksi non-tunai yang transparan dan akuntabel.
Dalam rangkaian kegiatan HLM, Zamhur juga tampil sebagai narasumber pada sesi sharing session. Ia memaparkan success story Bapenda Kampar dalam mengakselerasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui penguatan peran TP2DD.
Zamhur menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut ditempuh melalui sejumlah langkah strategis, antara lain penguatan regulasi, kolaborasi lintas perangkat daerah, optimalisasi kanal pembayaran non-tunai, serta sinergi erat dengan Bank Riau Kepri Syariah sebagai mitra perbankan daerah.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen pimpinan daerah dalam mendorong transformasi digital tata kelola keuangan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang progresif, penguatan kelembagaan TP2DD, serta keseriusan seluruh perangkat daerah dalam menerapkan sistem pembayaran non-tunai,” ujar Zamhur.
Ia menambahkan, konsistensi implementasi ETPD menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan digitalisasi, sekaligus meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Melalui forum HLM TP2DD ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bank Riau Kepri Syariah, serta seluruh pemangku kepentingan semakin solid dalam memperluas digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Langkah ini diyakini mampu mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat tata kelola keuangan yang modern di Kabupaten Kampar.***










