wawasannusantara.com, XIII KOTO KAMPAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kampar terus mendorong penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menggelar Sosialisasi Optimalisasi Peningkatan PAD di dua wilayah kerja UPTD, Rabu hingga Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Bapenda Kabupaten Kampar, Zamhur, dan diikuti para camat, lurah, kepala desa, serta kolektor desa se-Kabupaten Kampar.
Dalam arahannya, Zamhur menegaskan bahwa realisasi pajak daerah, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta jenis pajak daerah lainnya, kini menjadi salah satu indikator penilaian kinerja bagi camat, lurah, dan kepala desa.
“Kebijakan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan optimalisasi PAD dimulai dari lini pemerintahan paling depan. Peran kecamatan, kelurahan, dan desa sangat strategis dalam meningkatkan kepatuhan pajak masyarakat,” ujar Zamhur.
Ia menjelaskan, sosialisasi ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Kampar dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antarlevel pemerintahan guna mendongkrak penerimaan daerah. Dengan menjadikan realisasi pajak sebagai indikator kinerja, diharapkan ada dorongan lebih kuat bagi aparatur wilayah untuk aktif melakukan edukasi dan pengawasan terhadap wajib pajak.
Zamhur juga mengajak seluruh peserta untuk membangun kolaborasi yang solid dalam mendukung peningkatan PAD pada tahun 2026. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh optimalnya penerimaan pajak.
“Melalui sinergi yang baik, kita optimistis target PAD Kabupaten Kampar dapat tercapai bahkan meningkat. Mari bersama-sama kita tingkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak,” harapnya.
Sosialisasi tersebut dibagi dalam dua wilayah kerja UPTD. Untuk UPTD I meliputi Kecamatan XIII Koto Kampar, Koto Kampar Hulu, dan Kuok. Sementara UPTD II mencakup Kecamatan Tapung, Tapung Hulu, dan Tapung Hilir.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Bapenda Kampar beserta jajaran, para camat, kepala desa, serta kolektor desa dari masing-masing kecamatan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengoptimalkan pendapatan daerah demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Kampar.***










