Kampar  

Paslon Nomor 2 Yusri dan Rinto Disambut Meriah Ribuan Masyarakat di Kampar Kiri Tengah

Wawasannusantara.com, Bina Baru — Meskipun hanya kampanye dialogis, namun dukungan luas masyarakat Kabupaten Kampar di berbagai penjuru Kabupaten Kampar semakin terlihat.

Hal itu kembali terjadi saat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Kampar Nomor Urut 2 Drs H Yusri, MSi-H Rinto Pramono, SPi, MM (Yusri-Rinto) melaksanakan kampanye dialogis di dua titik di Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Selasa (29/10/2024).

Kampanye dialogis di titik pertama digelar di Desa Bina Baru dan titik kedua di Desa Penghidupan.

Dari pantauan, di Desa Bina Baru, Yusri dan Rinto diarak menggunakan tandu oleh sekelompok pelaku seni sebelum memasuki GOR Badminton Desa Bina Baru, tempat pelaksanaan kampanye. Kampanye juga diramaikan pertunjukan musik kesenian Jawa dan sejumlah tarian.

Kampanye Paslon yang diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Demokrat itu dihadiri hampir seribuan masyarakat. Tampak hadir sejumlah kiyai dan tokoh masyarakat. Tampak hadir juga Ketua Tim Pemenangan Yusri-Rinto, Dr H Ilyas HU.

Masyarakat tampak antusias mengikuti pemaparan visi misi yang disampaikan Yusri dan Rinto.

Calon Bupati Kampar H Yusri menyampaikan bahwa ia rela meninggalkan profesi PNS dengan mengambil pensiun dini setelah 32 tahun mengabdi. Ia telah meniti karier dari Lurah hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar.

Yusri maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kampar karena ia
ingin memajukan Kampar tanpa membeda-bedakan suku, agama dan ras.

“Saya ingin bersama-sama membenahi dan membangun negeri ini,” tegas Yusri.

Itu ia buktikan dengan mengajak Rinto Pramono yang merupakan satu-satunya Calon Wakil Bupati dari Suku Jawa.

Yusri menjelaskan panjang lebar pemaparan visi misinya. Diantaranya bidang agama, tetap sebagai bidang terdepan dalam visi misinya. Yusri menambahkan, Kampar sebagai Negeri Serambi Mekkah tidak hanya sebuah slogan. Ia ingin seluruh masjid fungsional dan terurus dengan haik dan dimasa kepemimpinannya bisa mencetak ratusan hafiz Quran.

“Saya ingin memberi bonus setiap tahun orang-orang yang peduli dengan agama. Minimal setiap tahun kita bisa berangkatkan 50 orang umroh gratis,” bebernya.

Yusri yang juga Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK) ingin adat terurus dengan baik.

“Apapun sukunya kita tetap beradat,” katanya.

Di bidang agama, Yusri juga ingin sekolah dan pondok pesantren, para santri dan pengasuhnya semakin mendapat perhatian.

Salah satu program bagi masyarakat yang mayoritas berkebun kelapa sawit, ia akan selalu berkoordinasi dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) untuk mendukung bantuan kepada para petani sawit.

“Sekarang posisinya sudah Rp 60 juta/hektare biaya peremajaan dikasih untuk satu hektare atau Rp 120 juta perkapling,” bebernya.

Di daerah yang mayoritas kebun sawit, menurut Yusri, juga sangat cocok dikombinasikan dengan program peternakan.

Sementara itu H Rinto Pramono dalam orasinya kembali menyampaikan bahwa ia telah dipercaya memimpin organisasi Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR) Kabupaten Kampar selama satu tahun. Di IKJR Rinto telah aktif selama 15 tahun.

Ia juga membeberkan beberapa program yang telah bisa dinikmati masyarakat asal suku Jawa selama dia memimpin IKJR. Diantaranya adanya rumah singgah di Bangkinang, ambulan gratis, program beasiswa atau kuliah gratis dan perhatian terhadap kesenian Jawa.
Ke depan setiap tahun dibawah bimbingan IKJR akan melaksanakan festival minimal sekali setahun. IKJR Kampar juga membantu masyarakat yang ingin membuat akte kelahiran, KTP, KK dan lainnya.

IKJR juga aktif di kegiatan shalawatan dan saat ini IKJR juga ada pengacara yang mendampingi masyarakat yang sedang bermasalah hukum.***